Cari

Makanan & Cara Membaca Memengaruhi Kesehatan Mata

Written By Unknown on Minggu, 02 Oktober 2011 | 19.42

SAAT ini kian banyak anak-anak yang sejak kecil sudah memakai
kacamata. Ternyata, selain faktor genetik, pola makan dan cara membaca
sangat memengaruhi kesehatan mata.
Karena itu, orangtua hendaknya memerhatikan gizi dan vitamin yang dikonsumsi,
serta memerhatikan kebiasaan mereka membaca.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh dr Vidyapati Mangunkusumo SpM, Kepala
Subbagian Refraksi Bagian Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
menunjukkan, dari 300 anak-anak sekolah di perkotaan, 15 persen di antaranya
mengalami kelainan refraksi. Padahal, di pedesaan hanya 11 persen.
Vidyapati yang ditemui di ruang kerjanya di Bagian Mata FKUI Jakarta
menyatakan bahwa refraksi adalah pembiasan. Gangguan refraksi atau
gangguan pembiasan akan mengakibatkan rabun, bisa jauh (miopia) atau dekat
(hipermetropia).
Rabun jauh , menurut Vidyapati, adalah fokus bola mata yang hanya mampu
melihat obyek dekat, tetapi kabur bila melihat obyek-obyek yang jauh letaknya.
Miopia umumnya merupakan kelainan yang diturunkan oleh orangtuanya
(genetik) sehingga banyak dijumpai pada anak-anak usia dini sekolah.
Penyebab rabun jauh bermacam-macam: bisa karena korneanya terlalu
cembung sehingga sinar bayangan tidak tepat jatuh pada titik fokus di retinadisebut
makula-atau lensa di dalam mata terlalu gemuk.
Penyebab utama rabun jauh adalah genetik. Namun, faktor lingkungan pun bisa
memengaruhi, seperti makanan yang kurang gizi dan vitamin, serta cara
membaca yang tidak benar. Posisi terbaik untuk membaca adalah duduk dengan
posisi buku disandarkan di depan mata-bukan di atas meja-dengan jarak
pandang 33 cm dari mata.
"Kalau membaca sambil tiduran, maka ada kecenderungan mata yang berfungsi
hanya sebelah sehingga merangsang kerusakan mata satunya," kata Vidyapati.
Karena ini adalah gangguan refraksi/pembiasan, maka perbaikannya dengan
perbaikan pembiasan. Yang paling sederhana adalah menggunakan kacamata.
Kemudian terjadi perkembangan ilmu bio medis sehingga ada lensa kontak yang
bisa ditempelkan di mata.
NAMUN, tidak semua orang merasa nyaman menggunakan kacamata atau lensa
kontak. Sejalan dengan perkembangan perbaikan struktur organ, teknik
pembedahan untuk memperbaiki kornea mata juga berkembang. Dengan teknik
ini, orang tak perlu lagi menggunakan kacamata atau lensa kontak.
"Namanya bedah refraktif. Ilmu pembiasan adalah ilmu yang sangat lama.
Dengan berkembangnya ilmu, kini perbaikan pembiasan dilakukan lewat
pembedahan," kata Vidyapati.
Bedah refraktif dimulai dengan tahap perubahan struktur bentuk kornea sebagai
organ paling vital di mata, disebut radial keratotomy (RK).
Tahap kedua, photo refraktif keratotomy (PRK) adalah pembedahan untuk
mengubah bentuk kornea tetapi dengan bantuan laser excimer, suatu bentuk
laser yang tidak merusak batas membran dari sel. Jadi hanya melepas sel satu
dari yang lain. Terjadilah perubahan bentuk pada kornea yang berdampak pada
perbaikan pembiasan.
Tahap perkembangan ketiga adalah perubahan bentuk kornea melalui teknik
laser insitu keratomileusis (lasik). Lasik adalah suatu prosedur yang
mengikis/membentuk ulang kornea sehingga nantinya kornea bisa membiaskan
lebih baik. Penglihatan akan kembali tajam tanpa bantuan kacamata ataupun
lensa kontak.
Pembentukan ulang kornea ini dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi karena
perhitungannya dilakukan dengan alat diagnostik yang terkomputerisasi.
Dengan alat orbscan sebagai alat topografi kornea- mendiagnosis bentuk
permukaan kornea-dan sywave untuk mendiagnosis ketidakteraturan cahaya
masuk ke dalam mata, maka dapat dibuat data kesalahan refraksi per individu
mata. Data ini menjadi input bagi laser untuk membentuk ulang permukaan
kornea sehingga menghasilkan penglihatan tajam. Teknik lasik ini yang kini
banyak diminati.
Selain pembedahan kornea, untuk memperbaiki pembiasan juga bisa dengan
pembedahan lensa, yakni dengan menyedot lensa mata asli dan diganti dengan
lensa buatan (akrilik). Langkah ini disebut refractive lens exchange.
Semua langkah tentulah memakan dana tidak sedikit. Karena itu, cara termurah
agar tidak mengalami gangguan refraksi adalah dengan menjaga kesehatan
mata. Cukup dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebiasaan
membaca sejak masih kanak-kanak.

0 komentar:

Posting Komentar