17.18 | 1
komentar | Read More
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
ASAL USUL KUMANDANG ADZAN ( Sebagai panggilan shalat )
![]() |
| Adzan Sebagai Panggilan Shalat |
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dmusnahkan. Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya.
03.29 | 0
komentar | Read More
SEBESAR APAPUN DOSA, KALAU MEMANG MAU BERTOBAT, TETAP AKAN ADA JALAN
![]() |
| Tobatlah sebelum Telat |
Pada zaman dahulu, ada seseorang yang ringan tangan dalam mencabuti nyawa-nyawa orang yang dijahatinya.Hampir setiap hari ada saja korbannya. Semuanya diahitung.Sampai suatu hari jumlah orang yang telah dibunuhnya telah mencapai 99 orang.
02.57 | 0
komentar | Read More
Menjadi Ahli Surga Karena Meninggalkan Dosa
Written By Unknown on Senin, 27 Agustus 2012 | 17.19
17.19 | 0
komentar | Read More
70 KALI MEMOHON
![]() |
| Kakek yang sedang berdo'a |
Suatu ketika, kakek ini punya suatu keinginan. Ia pun kemudian mendatangi tuhannya seraya memohon agar doa`nya dapat dikabulkan. "Oh, tuhanku Latta. Oh tuhanku Uzza. Tujuh puluh tahun aku terus menerus menyembahmu. Selama itu, tak ada sesuatupun yang aku mohonkan kepadamu. Sekarang, aku ada permohonan kepadamu. Mohon, kabulkanlah permohonanku ini".
17.08 | 0
komentar | Read More
Minyak Zaitun Bendung Sel Kanker
Written By Unknown on Minggu, 26 Agustus 2012 | 18.51
![]() |
| Minyak Zaitun |
Kendati masih dalam taraf penelitian di laboratorium, tapi hasil sementara menunjukkan minyak zaitun bisa mencegah sel kanker. Hal ini membuktikan tanaman yang disebut dalam Al-Qur'an merupakan obat alamiah dan ilahiah.Dalam surat At-Tin, Allah memang bersumpah demi buah tin dan buah zaitun. Kemudian, para ilmuwan dan dokter yang meniliti sumpah Sang Khalik itu ternyata membuktikan bahwa zaitun merupakan sumber makanan dan obat dari berbagai penyakit.
18.51 | 0
komentar | Read More
Tak Jadi Mencuri Terung, lalu Allah Karuniakan Untuknya Seorang Isteri
Written By Unknown on Sabtu, 25 Agustus 2012 | 23.44
![]() |
| Suami Istri |
Di
Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami' At-Taubah. Dia adalah
sebuah masjid yang penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan.
Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan
mengamalkan ilmunya. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam
kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam
berkhidmat untuk kepentingan orang lain.
23.44 | 0
komentar | Read More
IA TINGGALKAN NYANYIAN MAKA ALLAH MENGGANTIKANNYA DENGAN HIDAYAH DAN IMAN
23.42 | 0
komentar | Read More
MENINGGALKAN YANG HARAM MAKA KELUARLAH AROMA MINYAK KESTURI DARI BADANNYA
![]() |
| Semerbak Wangi Bunga Kasturi |
Ada seorang pemuda
yang perkerjaannya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya
dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini dikenal dengan
nama "Faraqna" oleh orang-orang. Walaupun pekerjaannya sebagai pedagang,
tetapi pemuda ini sa-ngat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat
pasti menyenanginya.
23.38 | 0
komentar | Read More
JANJI BERTEMU DI SURGA
![]() |
| Kutunggu di Surga 'Bidadari Surga' |
Al-Mubarrid
menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i,
ia berkata: "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan
sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.
Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan
kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena
sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari
ayahnya.
23.00 | 0
komentar | Read More
KARENA KEJUJURAN, COBAAN BERUBAH MENJADI NIKMAT
![]() |
| Ayo Jujur! |
Dari Ibnu
Syihab, dari Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik, diriwayatkan, bahwa
Abdullah bin Ka'ab bin Malik dia adalah penuntun Ka'ab dari anak-anaknya saat
Ka'ab menjadi buta berkata: "Saya mendengar Ka'ab bin Malik bercerita tentang
kisahnya saat tidak ikut dalam perang Tabuk.
22.39 | 0
komentar | Read More
BERKAH SEBUAH KETAKWAAN
![]() |
| Takwa itu luas tiada tara |
Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu
kali dia belajar pada seorang syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh
menasihati dia dan teman - temannya : "Kalian tidak boleh menjadi beban orang
lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang
berharta, tak ada kebaikan dalam diri-nya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah
dengan pekerjaan ayah kalian masing- masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada
Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
22.21 | 0
komentar | Read More
BALASAN KESABARAN
![]() |
| Bersabarlah karena sabar separuh dari iman |
Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata: "Anak
laki-laki Abu Thalhah dari Ummu Salamah meninggal dunia. Maka isterinya berkata
kepada keluarganya, 'Jangan kalian beritakan kepada Abu Thalhah tentang
kematiannya, sam-pai aku sendiri yang mengabarkannya!' Anas bin Malik berkata,
'Abu Thalhah datang dan dihidangkan kepadanya makan malam, maka ia pun makan dan
minum'. Anas ber-kata, 'Sang isteri kemudian berdandan indah bahkan lebih indah
dari waktu-waktu yang sebelumnya.
21.14 | 0
komentar | Read More
MELEMPARKAN DIRI AGAR TAK JATUH DALAM DOSA, MAKA ALLAH GANTI DENGAN KEBAIKAN
![]() |
| Aku Cinta Allah |
Pada masa Bani Israil ada seorang
pemuda yang ketampanannya tidak tertandingkan. Dia bekerja sebagai penjual
keranjang dari pelepah kurma. Pada suatu hari, saat dia berkeliling dengan
membawa keranjang dagangannya, ada seorang wanita yang keluar dari rumah seorang
raja Bani Israil. Demi melihatnya, si wanita dengan cepat masuk kembali ke dalam
rumah untuk memberitahukan pada putri raja: "Di pintu tadi saya melihat seorang
pemuda yang menjual keranjang, tak pernah saya melihat pemuda setampan dia."
Sang putri berkata: "Suruh dia masuk." Si wanita tadi keluar dan mengajak masuk
pemuda itu.
20.19 | 0
komentar | Read More
HUJAN MENURUT AL-QURAN, PROSES TURUNNYA HUJAN
Written By Unknown on Minggu, 02 Oktober 2011 | 13.22
September, Oktober, Nopember, dan Desember adalah empat bulan terakhir di penghujung tahun. Kata orang bulan yang akhirannya -ber itu biasanya bulan yang sering diguyur hujan, bener nggak sih? Hm…Sepertinya kita harus membuktikan hal itu, jangan hanya jadi rumor doank!
Well, hujan adalah suatu berkah dari Allah. Dengan adanya hujan tanaman-tanaman raksasa ataupun liliput yang ada di dunia ini bisa hidup, karena air adalah salah satu bahan untuk mengolah makanan mereka. Namun hujan pun bisa menjadi bencana bahkan musuh terutama bagi manusia. Hujan yang berlebihan bisa menyebabkan banjir dan yang pastinya sih segala aktivitas outdoor nggak bisa dilaksanain kalau hujan, ya nggak? Kalau dipikir-pikir hujan datangnya dari mana ya? Tau sih kalo dari langit tapi… apa langit mempunyai persediaan air kayak sumur gitu? Koq nggak pernah habis sih air yang ada di langit? Nah… untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saya akan memaparkan bagaimana proses turunnya hujan. Mau pada tau nggak? Dibaca donk yang di bawah ini!
Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera, lautan, sungai, danau, sampai ke bak mandi hehe… eh jangan lupa tubuh kita ini juga mengandung banyak air lho. Nah air yang ada di berbagai wadah tersebut (tapi nggak termasuk bak mandi) akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan matahari. Oya, tak lupa juga air yang ada di daun tumbuhan ataupun permukaan tanah. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi. Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Gerakan angin vertikal ke atas menyebabkan awan bergumpal. Gerakan angin tersebut menyebabkan gumpalan awan semakin membesar dan saling bertindih-tindih. Akhirnya gumpalan awan berhasil mencapai atmosfir yang bersuhu lebih dingin. Di sinilah butiran-butiran air dan es mulai terbentuk. Lama-kelamaan angin tidak dapat lagi menopang beratnya awan dan akhirnya awan yang sudah berisi air ini mengalami presipitasi atau proses jatuhnya hujan air, hujan es dan sebagainya ke bumi. Nah, seperti itulah proses terjadinya hujan. Udah pada ngerti kan!
Trus hubungannya dengan bulan yang akhirannya –ber apa? Oh iya, hampir saja lupa. Menurut ilmu Geografi, musim di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Setiap musim berlangsung selama enam bulan (kayak semesteran aja nih). Musim kemarau terjadi pada bulan April sampai September. Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Maret. Berhubung diantara bulan Oktober-Maret itu adalah Nopember, Desember, Januari dan Februari sehingga banyak orang yang mengatakan bulan yang akhiran –ber itu adalah bulan musim penghujan. Nah, teman-teman sudah tidak penasaran lagi kan mengapa orang-orang banyak yang berkata demikian seputar musim penghujan. So, kalau ada yang belum tahu mengenai hujan, kalianlah yang wajib menjelaskannya.
Ternyata, proses terjadinya hujan ini bersumber dari Al-Quran. Subhanallah, memang benar ya kalau Al-Quran itu adalah sumber pengetahuan kita. Makanya kita jangan pernah ragu ataupun malas untuk mengkaji Al-Quran. Siapa tahu jadi tambah pintar, ya nggak? Daripada kalian semakin penasaran dengan pernyataan saya bagaimana kalau kalian teruskan saja kegiatan membaca tulisan saya ini. Karena saya mengutip beberapa ayat mengenai proses terjadinya hujan seperti di bawah ini:
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)
"Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit maka diaturNya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkanNya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikanNya hancur berderai-derai." (Al Qur’an, 39:21)
Bagaimana? Saya yakin ilmu pengetahuan kita menjadi bertambah setelah membaca ayat-ayat tersebut dan yang pasti keimanan kita pun semakin bertambah karena tak ada keraguan lagi bahwa Allah-lah Tuhan Yang Maha Pencipta.
“Aku koq nggak diceritain sih, aku kan penting juga neng!!” protes petir. Ya Allah… Maaf Kang Petir saya lupa.
Nah teman-teman, kalian pasti ingat kan dengan petir, halilintar, kilat atau apa deh namanya, yang pastinya kehadiran mereka ini membuat jantung kita berdetak lebih keras dan refleks kita langsung menutup telinga kita, ya kan! Memang sih mereka nampak seperti pemeran antagonis dalam sebuah film berjudul hujan. Tapi tenang aja, mereka nggak jahat koq cuman berbahaya bagi kita. Makanya kalau lagi hujan jangan di luar rumah apalagi berada di bawah pohon atau tiang listrik. Karena biasanya petir doyan banget menggoda benda-benda tinggi kayak gitu. Mengapa mereka harus ada dan bagaimana proses terjadinya mereka? Well, saat terjadi hujan, awan yang mengandung air tidak hanya satu aja tetapi lebih dari satu. Seperti yang sudah saya paparkan di atas. Awan-awan tersebut mengalami penggumpalan secara terus-menerus. Biasanya petir itu muncul dari awan yang tengah membesar menuju awan badai atau cumulonimbus. Saking besarnya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan menjadi terang. Petir yang melesat ini membelah udara dengan cepat. Rata-rata kecepatan sambarannya 150.000 km/detik. Wuih…cepat banget yach! Oleh karena itulah saat petir melesat kita sering mendengar bunyi menggelegar. Bunyi petir datangya lebih lambat dari cahaya dikarenakan partikel udara tidak tersusun teratur sehingga perambatan bunyi melalui udara berjalan lambat. Menurut sumber yang saya dapat awan-awan yang menyebabkan petir ini biasanya muncul pada musim penghujan. Makanya hati-hati ya!
Hujan dan petir adalah misteri alam yang sudah terkuak dengan datangnya Al-Quran. Namun manusia masih belum merasa puas tanpa eksperimen-eksperimen yang jelas. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita turut serta dalam mempelajari fenomena alam ini. Insya Allah, pengetahuan akan semakin bertambah dan keimanan pun semakin kokoh dengan mempelajari ciptaan Allah. Nikmat Allah mana yang dapat kita dustakan. Wallahu a’lam bishawab.
Well, hujan adalah suatu berkah dari Allah. Dengan adanya hujan tanaman-tanaman raksasa ataupun liliput yang ada di dunia ini bisa hidup, karena air adalah salah satu bahan untuk mengolah makanan mereka. Namun hujan pun bisa menjadi bencana bahkan musuh terutama bagi manusia. Hujan yang berlebihan bisa menyebabkan banjir dan yang pastinya sih segala aktivitas outdoor nggak bisa dilaksanain kalau hujan, ya nggak? Kalau dipikir-pikir hujan datangnya dari mana ya? Tau sih kalo dari langit tapi… apa langit mempunyai persediaan air kayak sumur gitu? Koq nggak pernah habis sih air yang ada di langit? Nah… untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saya akan memaparkan bagaimana proses turunnya hujan. Mau pada tau nggak? Dibaca donk yang di bawah ini!
Dua per tiga dari bumi kita ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam banyak wadah seperti samudera, lautan, sungai, danau, sampai ke bak mandi hehe… eh jangan lupa tubuh kita ini juga mengandung banyak air lho. Nah air yang ada di berbagai wadah tersebut (tapi nggak termasuk bak mandi) akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan matahari. Oya, tak lupa juga air yang ada di daun tumbuhan ataupun permukaan tanah. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi. Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horizontal. Gerakan angin vertikal ke atas menyebabkan awan bergumpal. Gerakan angin tersebut menyebabkan gumpalan awan semakin membesar dan saling bertindih-tindih. Akhirnya gumpalan awan berhasil mencapai atmosfir yang bersuhu lebih dingin. Di sinilah butiran-butiran air dan es mulai terbentuk. Lama-kelamaan angin tidak dapat lagi menopang beratnya awan dan akhirnya awan yang sudah berisi air ini mengalami presipitasi atau proses jatuhnya hujan air, hujan es dan sebagainya ke bumi. Nah, seperti itulah proses terjadinya hujan. Udah pada ngerti kan!
Trus hubungannya dengan bulan yang akhirannya –ber apa? Oh iya, hampir saja lupa. Menurut ilmu Geografi, musim di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu musim hujan dan musim kemarau. Setiap musim berlangsung selama enam bulan (kayak semesteran aja nih). Musim kemarau terjadi pada bulan April sampai September. Sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Maret. Berhubung diantara bulan Oktober-Maret itu adalah Nopember, Desember, Januari dan Februari sehingga banyak orang yang mengatakan bulan yang akhiran –ber itu adalah bulan musim penghujan. Nah, teman-teman sudah tidak penasaran lagi kan mengapa orang-orang banyak yang berkata demikian seputar musim penghujan. So, kalau ada yang belum tahu mengenai hujan, kalianlah yang wajib menjelaskannya.
Ternyata, proses terjadinya hujan ini bersumber dari Al-Quran. Subhanallah, memang benar ya kalau Al-Quran itu adalah sumber pengetahuan kita. Makanya kita jangan pernah ragu ataupun malas untuk mengkaji Al-Quran. Siapa tahu jadi tambah pintar, ya nggak? Daripada kalian semakin penasaran dengan pernyataan saya bagaimana kalau kalian teruskan saja kegiatan membaca tulisan saya ini. Karena saya mengutip beberapa ayat mengenai proses terjadinya hujan seperti di bawah ini:
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)
"Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit maka diaturNya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkanNya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikanNya hancur berderai-derai." (Al Qur’an, 39:21)
Bagaimana? Saya yakin ilmu pengetahuan kita menjadi bertambah setelah membaca ayat-ayat tersebut dan yang pasti keimanan kita pun semakin bertambah karena tak ada keraguan lagi bahwa Allah-lah Tuhan Yang Maha Pencipta.
“Aku koq nggak diceritain sih, aku kan penting juga neng!!” protes petir. Ya Allah… Maaf Kang Petir saya lupa.
Nah teman-teman, kalian pasti ingat kan dengan petir, halilintar, kilat atau apa deh namanya, yang pastinya kehadiran mereka ini membuat jantung kita berdetak lebih keras dan refleks kita langsung menutup telinga kita, ya kan! Memang sih mereka nampak seperti pemeran antagonis dalam sebuah film berjudul hujan. Tapi tenang aja, mereka nggak jahat koq cuman berbahaya bagi kita. Makanya kalau lagi hujan jangan di luar rumah apalagi berada di bawah pohon atau tiang listrik. Karena biasanya petir doyan banget menggoda benda-benda tinggi kayak gitu. Mengapa mereka harus ada dan bagaimana proses terjadinya mereka? Well, saat terjadi hujan, awan yang mengandung air tidak hanya satu aja tetapi lebih dari satu. Seperti yang sudah saya paparkan di atas. Awan-awan tersebut mengalami penggumpalan secara terus-menerus. Biasanya petir itu muncul dari awan yang tengah membesar menuju awan badai atau cumulonimbus. Saking besarnya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan menjadi terang. Petir yang melesat ini membelah udara dengan cepat. Rata-rata kecepatan sambarannya 150.000 km/detik. Wuih…cepat banget yach! Oleh karena itulah saat petir melesat kita sering mendengar bunyi menggelegar. Bunyi petir datangya lebih lambat dari cahaya dikarenakan partikel udara tidak tersusun teratur sehingga perambatan bunyi melalui udara berjalan lambat. Menurut sumber yang saya dapat awan-awan yang menyebabkan petir ini biasanya muncul pada musim penghujan. Makanya hati-hati ya!
Hujan dan petir adalah misteri alam yang sudah terkuak dengan datangnya Al-Quran. Namun manusia masih belum merasa puas tanpa eksperimen-eksperimen yang jelas. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita turut serta dalam mempelajari fenomena alam ini. Insya Allah, pengetahuan akan semakin bertambah dan keimanan pun semakin kokoh dengan mempelajari ciptaan Allah. Nikmat Allah mana yang dapat kita dustakan. Wallahu a’lam bishawab.
13.22 | 0
komentar | Read More
Beberapa Akhlak Menuju Keluarga Sakinah
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin
Rawiyah
Setiap
orang muslim meyakini tentang kedudukan akhlak dalam kehidupan individu,
berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Di sini, ada beberapa akhlak dan adab
yang harus ada pada suami-istri, yakni berupa hak di antara keduanya,
sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ
“Dan para
wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.
Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.”
(Al-Baqarah: 228)
1.
Keduanya memiliki sifat amanah.
Jangan
sekali-kali salah satu dari keduanya mengkhianati yang lain, karena mereka
berdua tak ubahnya dua orang yang sedang berserikat, sehingga dibutuhkan amanah,
menerima nasihat, jujur dan ikhlas di antara keduanya dalam segala
kondisi.
2.
Memiliki kasih sayang di antara keduanya.
Sang istri
menyayangi suami dan begitu juga sebaliknya, sang suami menyayangi istrinya. Ini
merupakan perwujudan firman Allah Subhanahu wa ta'ala:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ
أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً
وَرَحْمَةً
“Dan di
antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Rum:
21)
3.
Menumbuhkan rasa saling percaya antara kedua belah pihak. Jangan sekali-kali
terkotori dengan keraguan terhadap kejujuran, amanah, dan
keikhlasannya.
4. Lemah
lembut, wajah yang selalu ceria, ucapan yang baik dan penuh penghargaan. Hal ini
masuk dalam keumuman firman Allah Subhanahu wa ta'ala:
وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ
“Bergaullah dengan mereka secara patut.” (An-Nisa`:
19)
Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
“Inginkan
dan lakukan kebaikan untuk kaum wanita.” (Lihat Minhajul Muslim, 1/102).
Wallahu
a’lam.
12.47 | 0
komentar | Read More
Langganan:
Postingan (Atom)

















