Cari

Minyak Zaitun Bendung Sel Kanker

Written By alghi fari on Minggu, 26 Agustus 2012 | 18.51

Minyak Zaitun
Kendati masih dalam taraf penelitian di laboratorium, tapi hasil sementara menunjukkan minyak zaitun bisa mencegah sel kanker. Hal ini membuktikan tanaman yang disebut dalam Al-Qur'an merupakan obat alamiah dan ilahiah.Dalam surat At-Tin, Allah memang bersumpah demi buah tin dan buah zaitun. Kemudian, para ilmuwan dan dokter yang meniliti sumpah Sang Khalik itu ternyata membuktikan bahwa zaitun merupakan sumber makanan dan obat dari berbagai penyakit.
Manfaat dan khasiat zaitun yang mempunyai nama ilmiah 'olea eurofaea' dari keluarga 'oleaceace' juga disabdakan Rasulullulah dalam sebuah hadist mengatakan, Makanlah buah zaitun dan gunakanlah minyaknya kerena itu adalah buah berkat. Zaitun memang bermanfaat bagi manusia, mulai dari daun, kayu, buah hingga minyaknya.

Berabad-abad lalu, pohon zaitun sangat familiar bagi rakyat Yunani. Menurut mitologi kuno  Yunani, Athena menang dalam satu pertandingandan Dewa Laut Poseidon memberikan pohon suci serta berkhasiat bagi kesehatan untuk rakyat Athena dan sampai sekarang pohon dan minyak zaitun menjadi mengakar bagi negara itu,baik dari segi sosial, budaya dan ekonomi.
 
Pohon tersebut bagi orang Yunani lebih dari hanya sebagai pohon, karena pohon itu sudah menjadi ide bahkan sudah menjadi bagian dari yang bersifat spiritual. Pohon zaitun tidak hanya tumbuh di tanah Yunani tapi juga sudah mengakar dalam sejarah dan hati orang
 
Yunani. Karena itu, bila ada orang yang ketahuan memotong atau menebang pohon olive atau zaitun dalam bahasa Arab, maka orang itu akan dibunuh, karena zaitun tidak hanya merupakan akar sejarah tapi sudah menjadi simbol akar kelahiran, perkawinan, kematian dan agama.
 
Penelitian yang dilakukan dr. Chris I.R. Gill dari University of Ulster di Irlandia Utara yang dilaporkan dalam International Journal of Cancer mengatakan, bahwa suatu campuran kandungan yang disebut fenol, yang diekstrakan dari minyak zaitun perawan (murni), mampu menghambat proses pertumbuhan sejumlah sel di usus yang bisa berkembang menjadi kanker.
 
"Minyak zaitun dikabarkan merupakan sumberalami yang bermanfaat dalam menu makan orang di kawasan Laut Tengah. Data yang kami miliki menunjang anggapan tersebut dan menjelaskan bagaimana kemungkinan ini bisa terjadi," tutur Dr. Gill.
 
Karena usus merupakan salah satu sasaran empuk bagi serangan kanker yang di dalam perut orang di kawasan Laut Tengah terlindung oleh minyak zaitun, Dr. Gill bersama timnya lalu mengkaji efek potensial fenol minyak zaitun dalam mencegah terjadinya kanker pada kultur jaringan sel yang umum dijadikan model dalam penelitian kanker kolorektal. Inkubal sel kanker selama 24 jam pada salah satu jaringan yang diberi konsentrasi fenol minyak zaitun terbukti mencegah kerusakan DNA pada sel-sel tersebut. Selama 24 jan, fenol, minyak zaitun tersebut malah terlihat memberi efek antipertumbuhan bagi perkembangan kanker. Dari pengamatan Dr. Gill dan tim, keganasan sel kanker usus juga menurun secara sigbifikan akibat pemberian fenol minyak zaitun tersebut. Sebagai kesimpulan, "Di laboratorium kami melihat bahwa fenol yang diekstrasikan dari minyak zaitun mampu mencegah tahap-tahap pertumbuhan kanker," lapor peneliti.
 
Apakah yang dilakukan dr. Gill sebenarnya merupakan lanjutan dari pertemuan yang diadakan di Roma pada 21 April 1997, yang untuk pertama kali dalam sejarah, sebanyak 16 pakar medis dan ilmuwan mengupas,mengkaji dan mengeluarkan keputusan penting tentang minyak zaitu. Dalam siaran persnya, mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi dari serangan penyakit arteriole (saluran darah kecil di liver dan menghambat naiknya kolesterol darah), tekanan darah dan diabetes, sebagaimana melindungi tubuh dari serangan sebagian penyakit kanker.
 
Berbagai penelitian bahwa minyak zaitun mampu menurunkan tingkat kolesterol LDL (lemak jahat) dan meningkatkan kolesterol HDL (lemak baik), tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kolesterol yang bermanfaat. Dalam sebuah artikel yang ditulis di majalah Amj Clin Nutrl, edisi Desember 1999, diungkapkan hasil laporan para peneliti bahwa gizi yang banyak terkandung dalam minyak zaitun bisa menekan terjadinya pengerasan pembuluh darah koroner.
 
Bahkan, sebuah penelitian yang ditulis di majalah Lanost edisi Desember 1999, negara paling miskin di Eropa, Albania, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, memiliki keistemewaan karena dapat menekan angka kematian rata-rata, yaitu 41 laki-laki dari setiap 100.000 jiwa. Artinya itu sama dengan separoh tingkat kematian di Inggris. Rahasianya, karena mereka biasa mengkomsumsi minyak zaitun dalam setiap masakan mereka.
 
Hasil penelitian mengungkapkan apa yang dikatakan Rasullulah bahwa zaitun adalah sibuah berkat memang terbukti benar. Dr Aldo Ferara dari Universitas napoli di Italia menulis laporannya di Archives of Internal Medicine edisi Maret 2000. Sebanyak 23 pasiennya yang semula tergantung pada obat-obat penurun tekanan darah tinggi, akhirnya meninggalkan obat resep dokter tersebut setelah dicoba terapidengan menggunakan minyak zaitun. Tekanan darah mereka bisa turun hingga 7 digit.Minyak zaitun juga memiliki elemen vitamin E dan K sebagai dua unsur alami antioksidan serta menimbulkan antibodi untuk penyakit kanker, hati, radiovaskular serta berbagai penyakit modern lainnya. Hal itu diungkapkan Prof Asmar, ketua bidang pengkajian penyakit kanker di Universitas Monster, Jerman.

Prof Asmar yang juga dikenal sebagai peneliti ulung ddalam bidang medis dan penyakit kanker mengungkapkan, mengkomsumsi minyak zaitun dapat melindungi diri dari sejumlah penyakit kanker seperti kanker usus besar, kanker rahim, kanker indung telur, kanker payudara, kanker kulit, kanker perut.Termasuk juga ampuh untuk mengatasi radang persedian dan kutu kepala, bila dioleskan ke kepala, dapat membunuh kutu-kutu itu hanya dalam hitungan beberapa jam saja.

0 komentar:

Poskan Komentar