DO’A MASUK
PASAR
Rasulullah Shallallaahu
Alaihi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa masuk pasar,
lalu membaca do’a:
(( لاَ اِلَـهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يَحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ
لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
))
“Tiada sembahan yang
hak selain Allah. Tiada sekutu bagiNya. Hanya milikNya segala
kerajaan dan puji. Yang Menghidupkan dan
Mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak mati. Di
TanganNya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala
sesuatu’.
Niscaya ditulis baginya
sejuta kebaikan, dihapus dari-nya sejuta keburukan, diangkat baginya sejuta
derajat, dan dibangunkan untuknya rumah di Surga.” (HR.
Imam Ahmad dan periwayat lainnya, dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam
kitab Shahih Al-Jani’, No. 6107).
DO’A
ISTIKHARAH
Jabir berkata, “Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wa Sallam mengajarkan kepada kita
istikharah dalam segala urusan sebagaimana beliau menga-jarkan
surat-surat Al-Qur’an. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
(( إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ
فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيْضَةِ ثُمَّ لْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ
اِنِّى أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ
فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ
أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ
هَذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ
قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاقْدَرْهُ لِى ويَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ
بَارِكْ لِى فِيْهِ وَاِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَ اْلأَمْرَ شَرٌّ لِى فِيْ
دِيْنِيْ وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِيْ
وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ
حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِيْ بِهِ (قَالَ وَيُسَمِّيْ حَاجَتَهُ) ))
“Apabila salah seorang
dari kamu menghendaki sesuatu maka hendaklah shalat dua raka’at kemudian
berdo’a: ‘Ya Allah, dengan ilmuMu sungguh aku memohon agar diberikan kemampuan.
Aku memohon kepadaMu sebagi-an anugerahMu yang agung, karena
sesungguhnya Eng-kaulah yang Maha Kuasa, aku tidak. Engkaulah yang
mengetahui, aku tidak. Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui
segala yang ghaib. Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa hal itu baik
untukku dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan agamaku, kehidupan-ku dan
akhir urusanku (baik untuk saya dalam urusan yang sekarang maupun yang akan datang), maka tak-dirkanlah untukku dan mudahkanlah
bagiku, kemudian berkahilah hal itu bagiku. Dan apabila Engkau menge-tahui bahwa
sesungguhnya hal itu buruk bagiku dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan
agamaku, ke-hidupanku dan akhir urusanku, maka hindarkanlah hal itu dariku dan
hindarkanlah aku dari hal itu, dan takdir-kanlah bagiku apapun yang baik,
kemudian jadikanlah aku orang yang rela padanya.” Hendaklah
pada waktu menyebut hal itu disebutkan keperluannya. (HR.
Al-Bukha-ri).
Perlu diketahui bahwa
shalat dua raka’at tersebut harus dilakukan oleh orang yang bersangkutan
sendiri, seperti obat diminum sendiri oleh orang yang sakit, dengan keyakinan
bahwa Allah pasti akan memberi petunjuk kepada
kebaikan. Sebagai tanda bahwa hal itu baik ialah ia
mudah menda-patkan sebab-sebab pelaksanaannya.
Hindarilah cara bid’ah dalam istikharah, yaitu yang ber-sandar
kepada mimpi-mimpi dan perhitungan nama kedua calon mempelai, atau lain-lainnya
yang tidak ada dasarnya dari agama.
DO’A UNTUK MENYEMBUHKAN
PENYAKIT
1. Letakkan tangan pada anggota badan yang sakit
dan bacalah basmalah tiga kali, kemudian membaca do’a di bawah ini tujuh
kali.
(( أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا
أَجِدُ وَأُحَاذِرُ ))
“Aku berlindung kepada
Allah dan kekuasaanNya dari keburukan segala sesuatu yang aku temui dan aku
takuti.” (HR.
Muslim).
2. ((
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ
لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِقَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا ))
“Ya Allah, Tuhan
Manusia, hilangkanlah kesusahan dan sembuhkanlah. Engkau Dzat yang
menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dariMu kesem-buhan yang
tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
3. ((
أَعُوْذُبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ
وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ ))
“Aku berlindung kepada
kalimat-kalimat Allah yang sem-purna dari segala setan dan binatang yang berbisa
dan dari segala mata yang jahat.” (HR.
Al-Bukhari).
4. Barangsiapa mengunjungi orang sakit yang belum
me-ninggal, lalu membaca do’a ini di sisinya sebanyak tujuh
kali:
(( أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ
الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ ))
“Aku mohon kepada Allah
yang Mahaagung, Tuhan ‘Arsy yang Agung, kesembuhan
untukmu.”
Maka Allah
menyembuhkannya. (HR.
Al-Hakim, shahih).
5. Barangsiapa melihat orang tertimpa kesusahan,
lalu membaca do’a:
(( اَلْحَمْدُ لِلَّـهِ عَافَانِيْ مِمَّا
ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً
))
“Segala puji bagi Allah
yang menjagaku dari kesusahan yang menimpamu dan menjadikanku lebih utama
dari-pada makhluk lain.” Maka orang tersebut
terhindar dari kesusahan/penyakit.” (HR.
At-Tirmidzi).
6. Malaikat Jibril datang kepada Nabi dan bertanya: “Hai
Muhammad, apakah Anda sakit?” Rasulullah menjawab: “Ya”. Lalu Jibril membaca
do’a:
(( بِسْمِ اللهِ اَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ
يُؤْذِيْكَ، وَمِنْ شَرِّكُلِّ نَفْسٍ وَعَيْنٍ، بِسْمِ اللهِ اَرْقِيْكَ، وَاللهُ
يَشْفِيْكَ ))
“Dengan nama Allah aku
mengobatimu dari segala pe-nyakit yang menimpamu, dari kejahatan segala jiwa dan
mata. Dengan nama Allah aku mengobatimu. Dan Allah-lah
yang menyembuhkannya.” (HR.
Muslim).
7. Bacalah surat Al-Fatihah dan
surat Al-Mu’awidzatain
kemudian mohonkan kesembuhan kepada Allah saja. Berdo’a dan
berobatlah. Di samping itu, bersedekahlah kepada
orang-orang fakir agar Anda sembuh dengan izin
Allah.
8. Seorang Muslim hendaklah menggunakan madu,
habbah sauda’ (jintan hitam) dan meminum air zamzam. Itu
semua adalah obat mujarab yang dapat menyembuh-kan dari segala
penyakit.
DO’A BEPERGIAN DAN NAIK
KENDARAAN
1. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam
bersabda: “Barangsiapa yang akan beper-gian
hendaklah berkata kepada yang ditinggalkan:
(( أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ
وَدَائِعُهُ ))
‘Kumohonkan untukmu
penjagaan Allah yang tidak sia-sia penjagaanNya’.” (HR.
Ahmad, hasan).
2. Orang yang akan
bepergian dido’akan:
(( زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ
ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَلَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ ))
“Semoga Allah
membekalimu dengan takwa, mengam-puni dosamu, dan memudahkan segala kebaikan
bagimu di mana pun berada.” (HR.
At-Tirmidzi).
3. Apabila Anda naik mobil atau pesawat terbang
atau ken-daraan lain bacalah:
(( بِسْمِ اللهِ الْحَمْدُ لِلَّـهِ سُبْحَانَ
الَّذِيْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَا كُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّا اِلَى
رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ، اَلْحَمْدُ لِلَّـهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّـهِ، اَلْحَمْدُ
لِلَّـهِ، اللَّـهُ اَكْبَرُ، اَللَّـهُ اَكْبَرُ، اَللَّـهُ اَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ
اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ
اِلاَّ اَنْتَ ))
“Aku pergi dengan nama Allah dan segala puji bagiNya. Maha
Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami dan tidak ada daya bagi
kami untuk menun-dukkannya dan hanya kepada Allah kami kembali, kemu-dian
membaca Alhamdulillah tiga kali, Allahu Akbar tiga kali. Maha Suci Engkau
Ya Allah, sungguh aku telah menganiaya diriku sendiri, berilah aku ampunan.
Sung-guh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali
Engkau.” (HR.
At-Tirmidzi, hasan shahih).
4.
(( أَللَّهُمَّ اِنَّا
نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا
تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ،
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِى اْلأَهْلِ،
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ
وَسُوْءِ الْمُنْقَلِبِ فِى الْمَالِ وَاْلأَهْلِ ))
“Ya Allah, kami mohon
kepadaMu semoga dalam perjalanan ini Engkau berikan ketaatan, ketakwaan dan amal
yang diridhai. Ya Allah, dekatkanlah jarak
per-jalanan ini, Engkau temanku dalam perjalanan ini dan Engkaulah sebagai
pengganti yang melindungi keluarga. Ya Allah, aku
berlindung kepadaMu dari kesusahan bepergian ini, dari pemandangan yang
menyakitkan dan dari kepulangan yang sial dalam harta dan keluarga.”
(HR.
Muslim).
5. Ketika pulang hendaknya membaca do’a tersebut
di atas ditambah do’a di bawah ini:
(( آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا
حَامِدُوْنَ ))
“Semoga kami kembali
dalam keadaan selamat dan kepada Tuhan kami mengabdi serta kepadaNya kami
memuji.”
DO’A MUSTAJAB (DO’A
YANG DITERIMA ALLAH)
1. Apabila Anda ingin sukses dalam ujian atau
pekerjaan bacalah do’a di bawah ini:
سَمِعَ رَسُوْلُ اللهِ رَجُلاً يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ
بِأَنِيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ اِلَـهَ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ
الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدُ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا
أَحَدُ.
“Rasulullah
Shallallaahu Alaihi Wa Sallam mendengar seorang laki-laki berdo’a: ‘Ya Allah,
Sungguh aku bermohon kepadaMu dengan ber-saksi bahwa Engkau Allah, tiada Tuhan
yang berhak di-sembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, yang segala sesuatu
bergantung kepadaMu, yang tidak melahirkan dan tidak pula dilahiran dan tidak
ada sesuatu pun yang sama denganNya.”
Rasulullah Shallallaahu
Alaihi Wa Sallam kemudian
bersabda:
(( وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ
اللهِ بِاسْمِهِ اْلأَعْظَمِ الَّذِيْ إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ
بِهِ أَعْطَى ))
“Demi Allah yang jiwaku
berada di tanganNya, sungguh orang itu telah berdo’a dengan namaNya Yang Maha
Agung, yang apabila Ia dimohon dengan nama tersebut pasti Ia mengabulkannya, dan
apabila diminta pasti Ia memberi.” (HR.
Ahmad yang dinilai hasan oleh At-Tirmidzi).
2. Do’a Nabi Yunus (Dzinnun) pada waktu beliau di
dalam perut ikan seperti di bawah ini:
(( إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ
كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ ))
“Tidak ada Tuhan yang
hak kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku telah termasuk golongan orang
zhalim.”
Tidak seorang Muslim
pun yang memohon dengan do’a tersebut kecuali Allah mengabulkannya
(HR.
Imam Ahmad, shahih).
3. Harus melaksanakan hal-hal yang menyebabkan
sukses yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdo’a.
DO’A ORANG YANG
KEHILANGAN
Ibnu Umar c ditanya tentang do’a
untuk menemukan sesuatu yang hilang, ia menjawab:
“Hendaknya orang itu mengambil air wudhu lalu shalat dua raka’at kemudian
membaca syahadat lalu berdo’a dengan do’a ini:
(( اَللَّهُمَّ رَادَّ الضَّالَّةِ هَادِيَ
الضَّلاَلَةَ تَهْدِيْ مِنَ الضَّلاَلِ رُدَّ عَلَيَّ ضَالَّتِيْ بِقُدْرَتِكَ
وَسُلْطَانِكَ فَإِنَّهَا مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ ))
“Ya Allah, Dzat yang
mengembalikan barang hilang, yang menunjukkan kesesatan, semoga Engkau
menunjuk-kan kesesatan ini. Kembalikan Ya Allah
dengan kekuasa-an dan kekuatanMu barangku yang hilang
dariku, karena sesungguhnya itu adalah anugerah dan pemberianMu.”
(Al-Baihaqi
menyebut hadits ini mauquf yang juga disebut
hasan).
0 komentar:
Posting Komentar