Allah Subhanahu wa
Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya
orang-orang mu’min adalah bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu dan
bertakwa-lah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat:
10).
“Muhammad itu adalah
utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (Al-Fath:
29).
JADILAH KAMU SEKALIAN
HAMBA ALLAH YANG BERSAUDARA
Rasulullah Shallallaahu
Alaihi Wa Sallam bersabda:
(( لاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا وَلاَ
تَحَسَّسُوْا وَلاَ تَنَافَسُوْا وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَنَاجَشُوْا وَلاَ
تَهَاجَرُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ
وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا كَمَا أَمْرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُو
الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ، اَلتَّقْوَى
هَاهُنَا التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ
الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ
حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ
أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ
وَلَـكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ))
“Janganlah kamu saling
menghasut, saling membenci, saling mengintip rahasia, saling mencari keburukan,
sa-ling menawar lebih tinggi dengan maksud agar orang lain menawar lebih tinggi,
saling memutuskan hubungan, saling bermusuhan, jangan jual beli yang satu
mengganggu jual beli yang lain. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang
bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seorang muslim adalah saudara
bagi muslim yang lain, tidak boleh menganiaya, tidak boleh menelantarkannya dan
tidak boleh menghinanya. Takwa ada disini, takwa ada disini, kata Rasulullah
sambil menunjuk dadanya. Cukup merupakan kejelekan seseorang apabila menghina
saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram
darahnya, kehormatannya dan hartanya. Hati-hatilah bersangka buruk, karena
sesungguhnya bersangka buruk adalah omongan yang paling dusta. Sesungguhnya
Allah tidak melihat bentuk dan hartamu, tetapi Ia melihat hati dan
perbuatanmu.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
HADITS-HADITS NABI
Shallallaahu alaihi wa Sallam ANG ORANG ISLAM
(( اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ
لِسَانِهِ وَيَدِهِ ))
1. “Orang Islam sejati adalah yang orang-orang
Islam lain-nya selamat dari ucapan dan perbuatannya.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
(( سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ
كُفْرٌ ))
2. “Mencaci orang Islam adalah kefasikan dan
membunuh-nya adalah kekafiran.” (HR.
Al-Bukhari).
(( غَطِّ فَخِذَكَ فَإِنَّ فَخِذَ الرَّجُلِ مِنْ
عَوْرَتِهِ ))
3. “Tutuplah pahamu, karena sesungguhnya paha
seorang laki-laki termasuk auratnya.” (HR.
Ahmad, shahih).
(( لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ
اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِيِّ ))
4. “Bukan orang mukmin yang sempurna, yang suka
men-cemarkan kehormatan, mengutuk, buruk akhlak dan yang berbicara kotor.”
(HR.
Muslim).
(( مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السَّلاَحَ فَلَيْسَ
مِنَّا ))
5. “Barangsiapa mengangkat senjata untuk
menyerang kita, maka ia bukan golongan kita.” (HR.
Muslim).
(( وَمَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنَّا ))
“Barangsiapa menipu
maka ia bukan golongan kita.” (HR.
At-Tirmidzi).
(( مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ يُحْرَمُ الْخَيْرَ
كُلَّهُ ))
6. “Barangsiapa tertutup dari kelemahlembutan
maka ia tertutup dari segala kebaikan.” (HR.
Muslim).
(( مَنْ اَحَبَّ أَنْ يَتَمَثَّلَ لَهُ النَّاسُ
قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ ))
7. “Barangsiapa senang manusia berdiri untuk
menghor-matinya maka hendaknya ia mengambil tempat di Nera-ka.”
(HR.
Ahmad).
(( لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِى ))
8. “Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam
mengutuk orang yang memberi dan mene-rima suap.” (HR.
At-Tirmidzi).
(( مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ
اْلإِزَارِ فَفِى النَّارِ ))
9. “Kain yang lebih rendah (melebihi) mata
kaki, maka masuk Neraka.” (HR.
Al-Bukhari).
(( إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيْهِ يَا كَافِرُ
فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا ))
10. “Apabila seseorang berkata kepada
saudaranya: ‘Ya kafir’ maka salah satu di antara mereka ada yang menjadi kafir.”
(HR. Al-Bukhari).
(( لاَ تَقُوْلُوْا لِلْمُنَافِقِ سَيِّدُنَا
فَإِنَّهُ إِنْ يَكُ سَيِّدَكُمْ فَقَدْ أَسْخَطْتُمْ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ
))
11. “Janganlah kamu berkata kepada orang
munafik ‘Sayyiduna’ (tuan kami) karena apabila ia ternyata menjadi tuan bagimu,
maka kamu berarti telah membuat murka Tuhan Yang Maha Perkasa dan Agung.”
(HR.
Ahmad).
(( لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى
ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ
أَمْرُ اللهِ ))
12. “Masih ada sekelompok dari umatku yang
selalu me-nang dalam menegakkan kebenaran. Mereka tak perduli dengan orang-orang
yang menghinakan mereka sehingga datang perintah Allah (hari Kiamat).
(HR.
Muslim).
0 komentar:
Posting Komentar