Publikasi 10/05/2002 10:02 WIB
|
|
eramuslim - Islam
tentu sangat memperhatikan kaum perempuan, dimana hal tersebut tidak berlaku
dalam ajaran-ajaran sebelum kedatangan Islam. Posisi perempuan begitu penting
(dipentingkan) sehingga sering terdengar suatu ungkapan bahwa tegaknya suatu
negara (kelompok) sangat tergantung dengan perilaku perempuan dalam kelompok
tersebut. Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan, meski tidak bisa
dipungkiri bahwa peran perempuan sangat berdekatan dengan kesuksesan dan juga
kegagalan!
Dalam ajaran Islam, laki-laki dan perempuan tidak dibedakan
peranannya dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Keduanya memiliki
kesempatan yang sama dalam berusaha berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga dan
masyarakatnya. Jelasnya, Alqur'an tidak membedakan perlakuan terhadap laki-laki
dan perempuan. Beberapa ayat menjelaskan hal tersebut:
"Barangsiapa yang
melakukan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia mukmin, mereka
akan masuk surga ..." (QS. 4:124, 40:40)
"Barangsiapa beramal
saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia mukmin, kami hidupkan dia
dalam kehidupan yang baik ..." (QS. 16:97)
"Aku tidak
menyia-nyiakan amal orang yang beriman diantara kamu, baik laki-laki maupun
perempuan ..." (QS. 3:195)
"Tidaklah boleh bagi
mukmin laki-laki dan perempuan merasa keberatan bila Allah telah memutuskan
sesuatu perkara ..." (QS. 33:36)
"Orang-orang beriman
laki-laki dan perempuan satu sama lain saling melindungi. Mereka sama-sama
menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran, mendirikan shalat, mengeluarkan
zakat, mentaati Allah dan Rasul-Nya. Allah menyayangi mereka ..." (QS.
9:71)
Begitu gamblangnya Al Qur'an memperhatikan makhluk perempuan,
selain ayat-ayat diatas yang menunjukkan tidak adanya diskriminasi antara
laki-laki dan perempuan dalam hubungannya dengan pekerjaan, amal dan tindakan,
Al Qur'an juga memberikan kepada kita penjelasan tentang beberapa tipologi
perempuan, dimana bisa dikatakan, bahwa apa yang pernah terjadi pada masa lalu
dan diabadikan dalam Al Qur'an agar menjadi pelajaran bagi kaum mukminin yang
perempuan khususnya dan laki-laki pada umumnya. Karena, sekali lagi, masalah
yang berhubungan dengan perempuan yang terjadi di muka bumi ini, hampir selalu
terkait dengan kaum laki-laki.
Oleh karena itu, menjadi penting untuk memperhatikan beberapa
tipe perempuan yang pernah diterangkan Allah dalam Al Qur'an. Dimana Al Qur'an
secara khusus membicarakan jenis-jenis perempuan berdasarkan amalnya. Untuk
jenis perempuan ideal yang patut diteladani, seringkali Al Qur'an menyebut nama
jelas. Namun untuk melukiskan perempuan "buruk" Al Qur'an tidak menyebut nama
secara langsung.
Tipe pertama adalah type wanita saleh yang diwakili oleh
Maryam. Nama Maryam disebut beberapa kali dalam ayat-Nya selain juga menjadi
salah satu nama Surat dalam Al
Qur'an. Ia adalah type perempuan saleh yang menjaga kesucian dirinya, mengisi
waktunya dengan pengabdian yang tulus kepada Rabb-nya. Karena kesalehahannya
itulah ia mendapat kehormatan menjadi ibu dari kekasih Allah, Isa alaihi salam, tokoh terkemuka di dunia
dan akhirat (QS. 3:45).
"Dan Maryam putra
Imran, yang menjaga kesucian kehormatannya. Kami tiupkan roh Kami dan ia
membenarkan kalimah Tuhan-Nya dan kitab-kitab-Nya dan ia termasuk orang yang
taat" (QS. 66:16).
Maryam adalah tipe perempuan saleh. Kehormatannya terletak
dalam kesucian, bukan dalam kecantikan. Tentu masih banyak deretan nama-nama
perempuan saleh baik yang tersebut dalam hadits-hadits Nabi maupun dalam
sejarah.
Al Qur'an juga menerangkan tipe-tipe perempuan pejuang untuk
menjadi contoh bagi para muslimah. Tipe yang kedua ini dicontohkan dengan
sempurna oleh Asiyah binti Mazahim, istri Fir'aun yang hidup dibawah kekuasaan
suami yang melambangkan kezaliman. Asiyah dengan teguh memberontak, melawan dan
mempertahankan keyakinannya apapun resiko yang diterimanya. Semuanya ia lakukan
karena ia memilih rumah di Surga, yang diperoleh dengan perjuangan menegakkan
kebenaran, ketimbang istana di dunia, yang dapat dinikmatinya bila ia bekerja
sama dengan kezaliman. "Dan Allah menjadikan teladan bagi orang-orang yang
beriman perempuan Fir'aun, ketika ia berdo'a: Tuhanku, bangunkan bagiku rumah di
surga. Selamatkan aku dari Fir'aun dan perbuatannya. Selamatkan aku dari kaum
yang zalim." (QS. 66:11).
Al Qur'an memuji perempuan yang membangkang kepada suami yang
zalim. Pada saat yang sama Al Qur'an juga mengecam perempuan yang menentang
suami yang memperjuangkan kebenaran, seperti istri Nabi Nuh alaihi salam dan
istri Nabi Luth alihi salam. Dalam kaitannya dengan hal ini, Al Qur'an juga
menambahkan satu contoh perempuan yang mendukung kezaliman suaminya (sebagai
contoh lawan dari Asiyah) yakni, istri Abu Lahab.
Selain Asiyah, ada pula contoh-contoh perempuan pejuang meski
suami-suami mereka bukanlah orang-orang zalim, melainkan para pejuang kebenaran.
Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Nusaibah binti Ka'ab, adalah
contoh nama-nama yang bersama suami mereka bahu-membahu memperjuangkan agama
Allah.
Tipe ketiga yang dijelaskan dalam Al Qur'an adalah tipe
perempuan penggoda. Jelas untuk yang satu ini diwakili oleh Zulaikha penggoda
Nabi Allah Yusuf alaihi salam. Dalam
kisah Zulaikha menggoda Yusuf inilah, Al Qur'an menunjukkan kepandaian perempuan
dalam melakukan makar dan tipuan. Manakah tipe anda dari ketiga tipe tersebut?
Wallahu a'lam bishshowaab (Bayu
Gautama/dari buku: Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat)
Pilih Mana: Prestasi Atau Eksploitasi
Publikasi 03/04/2002 14:00 WIB
eramuslim - “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang
muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap
dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang khusu’, laki-laki dan perempuan
yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan
yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama
Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.
(QS. Al-Azhab. 35)
Seorang ibu yang baru saja melahirkan tampak sedikit kecewa
dengan kabar yang baru saja ia diterima dari seorang suster yang membantu
persalinannya. Suster mengatakan bahwa anaknya yang keempat ini ternyata
perempuan lagi.
“Perempuan?” kening si ibu mengkerut.
“Coba dicek lagi suster, mungkin suster salah lihat, sebab hasil USG beberapa bulan lalu, terlihat dalam kandungan saya anak saya laki-laki!” desak si ibu yang masih tampak lemah.
“Benar Bu, anak Ibu perempuan, tidak mungkin salah apa lagi tertukar, karena hanya Ibu saja yang melahirkan hari ini di sini. Sama saja antara laki-laki dan perempuan Bu. Yang penting bagaimana Ibu mendidiknya kelak menjadi anak yang sholeh. Di mata Allah, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama.” Ujar suster bijaksana, namun si ibu masih tampak kecewa, hal itu terlihat jelas dari raut wajahnya.
Disebuah pusat perbelanjaan seorang perempuan cantik dengan pakaian ketat berdiri di pintu masuk menawarkan rokok pada setiap laki-laki yang ia temui. Tidak sedikit dari laki-laki yang ditemuinya itu bukannya membeli rokok yang ditawarkan, namun hanya menikmati keindahan tubuh dan wajah cantik yang memang disengaja dibuka oleh para perempuan cantik tersebut, bahkan tak jarang ada yang sengaja mencolak-colek.
“Perempuan?” kening si ibu mengkerut.
“Coba dicek lagi suster, mungkin suster salah lihat, sebab hasil USG beberapa bulan lalu, terlihat dalam kandungan saya anak saya laki-laki!” desak si ibu yang masih tampak lemah.
“Benar Bu, anak Ibu perempuan, tidak mungkin salah apa lagi tertukar, karena hanya Ibu saja yang melahirkan hari ini di sini. Sama saja antara laki-laki dan perempuan Bu. Yang penting bagaimana Ibu mendidiknya kelak menjadi anak yang sholeh. Di mata Allah, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama.” Ujar suster bijaksana, namun si ibu masih tampak kecewa, hal itu terlihat jelas dari raut wajahnya.
Disebuah pusat perbelanjaan seorang perempuan cantik dengan pakaian ketat berdiri di pintu masuk menawarkan rokok pada setiap laki-laki yang ia temui. Tidak sedikit dari laki-laki yang ditemuinya itu bukannya membeli rokok yang ditawarkan, namun hanya menikmati keindahan tubuh dan wajah cantik yang memang disengaja dibuka oleh para perempuan cantik tersebut, bahkan tak jarang ada yang sengaja mencolak-colek.
Mereka bisa apa? resiko pekerjaan, paling begitu jawab mereka
, kasihan ….
Lain lagi kejadian di sebuah Program Pascasarjana sebuah
Perguruan Tinggi Negeri terkemuka. Seorang perempuan yang masih sangat muda
duduk diantara wisudawan menunggu giliran mendapatkan ijazah dari Rektornya.
Kecerdasan dan kepintarannya mengantarkannya memiliki kesempatan melanjutkan
studi ke tingkat Pascasarjana dengan beasiswa yang ia dapatkan melalui
persaingan yang tidak semua orang dapat memenangkannya. Orang tua dan sanak
keluarganya pun kagum dengan prestasinya.
Gambaran kejadian pertama menunjukkan betapa dalam masyarakat
yang sudah sangat moderen ini masih saja ada keluarga yang keberatan dengan
kelahiran anak perempuan.
Seolah-olah perempuan hanya akan memberatkan beban keluarga saja. Padahal setiap jiwa itu sudah Allah tentukan rezekinya.
Seolah-olah perempuan hanya akan memberatkan beban keluarga saja. Padahal setiap jiwa itu sudah Allah tentukan rezekinya.
Kejadian kedua tidak kalah menyedihkannya, keberadaan
perempuan hanya dijadikan pelengkap berhasilnya sebuah produk dipasaran.
Namun kita masih memiliki harapan, dibalik forum diskusi dan
seminar tentang perempuan, dibalik eksploitasi terhadap fisik perempuan masih
ada perempuan muslimah istiqomah mempertahankan dan menunjukan identitas serta
jati dirinya, bahwa perempuan itu juga bisa berprestasi, sama halnya dengan
laki-laki.
Perempuan bukan penyebab kemiskinan dan perempuan itu bukan
merupakan sekedar pelengkap, apalagi penyedap. Dalam pandangan Allah, laki-laki
dan perempuan memiliki derajat yang sama. Allah menyediakan bagi keduanya
ampunan dan pahala yang besar. Namun tidak sedikit yang masih menganggap remeh
perempuan, padahal setelah kedatangan Rasulullah, Islam mengangkat derajat kaum
perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai anak,
istri, ibu dan anggota masyarakat.
istri, ibu dan anggota masyarakat.
Tidak sedikit yang memuja-muja maupun yang mencela perempuan,
bahkan perempuan disebut-sebut sebagai sumber kehancuran maupun kesuksesan para
pemuka dunia, sehingga muncul ucapan “dibalik kesuksesan orang-orang besar ada
perempuan”, atau bila seorang pemuka mengalami kehancuran, maka yang muncul
adalah ucapan “selidikilah perempuannya”.
Laki-Laki Dan
Perempuan Berasal Dari Sumber Yang Sama.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptalan kamu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu” (QS.4:1)
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptalan kamu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu” (QS.4:1)
Perempuan adalah penyempurna kekurangan yang ada pada diri
laki-laki, begitu juga sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk menyempurnakan
kekurangan perempuan, sehingga Allah menjadikan keduanya berpasang-pasangan,
agar keduanya merasa tentram dan dapat berbagi. Sehingga tidak ada yang berhak
merasa dirinya lebih baik dari yang lainya.
Laki-laki dan perempuan berasal dari sumber yang sama,
keduanya di mata Allah memiliki darajat yang sama, namun sangat disayangkan
masih banyak pandangan negatif terhadap keberadaan perempuan. Mereka menganggap
perempuan hanya memiliki sedikit kecakapan, perempuan hanya dijadikan untuk
memuaskan dahaga seksual, kehormatanya dapat dimiliki dengan memberinya sejumlah
harta, dapat ditalak kapan saja, bahkan lebih tragis lagi, perempuan dianggap
sandal jepit yang dapat dipakai dan dilepas kapan saja.
Pandangan jahiliyah ini masih berkembang di tengah
masyarakat, mereka memingit para perempuan dirumah, tidak boleh keluar dengan
alasan apapun termasuk untuk belajar dan bekerja. Padahal mencari ilmu adalah
hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Bahkan istri Nabi tidak hanya
belajar, tapi beliau juga mengajarkan ilmu-ilmu fiqh dan periwayatan hadis
disamping ahli dalam menciptakan syair, sastra dan ilmu bahasa lainnya.
Rasulullah mengatakan “Janganlah kamu melarang hamba-hamba Allah yang perempuan
untuk mendatangi masjid-masjid Allah” (Hadis Riwayat Muslim).
Dibalik itu, tidak sedikit perempuan dieksploitasi dan
mengeksploitasi dirinya sendiri. Kita lihat saja iklan-iklan yang sebenarnya
tidak ada hubungannya dengan perempuan, menampilkan perempuan yang membuka
aurat, yang ditonjolkan bukan kualitas produknya melainkan justru sisi sensual
perempuan yang menjadi bintang iklan produk itu.
Hal ini diakui oleh mantan pragawati terkenal yang kini
mendapat hidayah dari Allah. Betapa pekerjaannya dulu sebagai peragawati hanya
bermanfaat untuk kepentingan pemilik bisnis fashion dan benar-benar menjauhkan
ia dari Allah karena setiap saat bergelimangan maksiat. Dengan mengenakan busana
muslimah, ia kini benar-benar merasa menjadi perempuan terhormat.
Pandangan Barat dan kaum feminisme sekarang ini yang memandang perempuan muslimah dikebiri hak dan kewajibanya sangatlah tidak beralasan. Lupakah kita pada sejarah bahwa sebelum kedatangan Islam, setiap keluarga malu jika melahirkan anak perempuan.
Pandangan Barat dan kaum feminisme sekarang ini yang memandang perempuan muslimah dikebiri hak dan kewajibanya sangatlah tidak beralasan. Lupakah kita pada sejarah bahwa sebelum kedatangan Islam, setiap keluarga malu jika melahirkan anak perempuan.
Mereka tidak segan-segan membunuh bayi perempuan mereka,
karena mereka beranggapan memiliki anak perempuan merupakan aib. Tapi setelah
kedatangan Islam, semuanya erbalik, bahkan Islam menempatkan perempuan pada
posisi yang sangat terhormat.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa laki-laki dan perempuan itu
adalah sama (meski secara fisik berbeda). Mereka berasal dari sumber yang sama,
derajat mereka sama di sisi Allah, mereka memiliki peluang yang sama untuk maju,
tumbuh dan berkembang. Jika persamaan ini yang dikumandangkan kaum feminisme dan
Barat, sungguh mereka sanggat ketinggalan kereta sekali. Karena persamaan dalam
kondisi ini telah menjadi jaminan Al-Quran.
Namun perlu dingat, ada perbedaan mendasar yang tidak mungkin
bisa dipaksakan sama. Perempuan bisa mendapatkan pendidikan tinggai layaknya
laki-laki, perempuan bisa mencari nafkah sebagaimana halnya laki-laki, perempuan
bisa menjadi kepala rumah tangga jika suaminya meniggal. Namun ada tiga hal
penting yang tidak akan pernah mungkin dilakukan laki-laki yaitu mengandung,
melahirkan dan menyusui. Realita ini harus diakui sebagai kodrat dan
fitrah.
Allah telah mengangkat derajat kaum perempuan, Allah telah memuliakan kaum perempuan. Syurga terletak di bawah kaki ibu, Rasul pun mengatakan orang yang pertama yang harus dihormati itu adalah perempuan yaitu ibu, bahkan perempuan sholehah nilainya jauh melebihi keindahan seluruh isi alam semesta ini.
Allah telah mengangkat derajat kaum perempuan, Allah telah memuliakan kaum perempuan. Syurga terletak di bawah kaki ibu, Rasul pun mengatakan orang yang pertama yang harus dihormati itu adalah perempuan yaitu ibu, bahkan perempuan sholehah nilainya jauh melebihi keindahan seluruh isi alam semesta ini.
Untuk itu, eksploitasi fisik terhadap keberadaan perempuan
adalah sebuah kesalahan besar, namun anehnya tidak banyak perempuan yang
menyadarinya, bahkan mereka beranggapan hal itu merupakan aktualisasi diri dan
prestasi tersendiri dalam ehidupan mereka, aneh kan!
Eksploitasi Terhadap
Perempuan
Telingga kita mungkin sudah kebal mendengar cerita klasik tentang eksploitasi fisik perempuan. Dengan alasan dapat meningkatkan devisa negara, pemerintah tanpa malu sedikitpun melegalkan ribuan tenaga kerja perempuan meninggalkan keluarga, anak dan suaminya untuk menjual tenaga sebagai pembantu rumah tangga ke luar negri.
Telingga kita mungkin sudah kebal mendengar cerita klasik tentang eksploitasi fisik perempuan. Dengan alasan dapat meningkatkan devisa negara, pemerintah tanpa malu sedikitpun melegalkan ribuan tenaga kerja perempuan meninggalkan keluarga, anak dan suaminya untuk menjual tenaga sebagai pembantu rumah tangga ke luar negri.
Mata kita juga mungkin sudah bosan melihat di media televisi,
perempuan tanpa malu bahkan bangga memamerkan tubuhnya, beradegan mesra dengan
orang yang bukan mahramnya, berlenggak-lenggok di atas cat walk, berpose seronok
di majalah porno.
Bahkan hati kita mungkin sudah keras, ini terbukti kita tak
mampu berbuat apa-apa atas dilokalisasikannya sebuah daerah untuk transaksi
memuaskan nafsu si hidung belang, dimana perempuan di sana adalah konsumsi utama
mereka.
Allah menciptakan perempuan dengan keindahan fisik dan
kelembutan tutur kata. Makanya tidak heran dikatakan perempuan itu adalah
perhiasan dunia. Keindahan fisik ini menjadi komoditas bagi mereka yang hanya
mementingkan diri sendiri.
Mereka tidak segan-segan menjadikan fisik perempuan sebagai
barang dagangan yang mudah untuk diperjualbelikan, sebagaimana banyak kasus yang
terjadi sekarang.
Jika kita berjalan-jalan di pasar Induk Jakarta Timur, maka
akan kita temui banyak sekali perempuan-perempuan yang bekerja mengangkat barang
yang seharusnya bukan merupakan pekerjaan mereka. Pada pasar yang ramai di malam
hari itu akan kita temui perempuan-perempuan setengah baya yang tetap terjaga
menunggu pikulan. Padahal pada malam hari yang dingin itu alangkah lebih baik
bila ia berada di rumah menemani anak-anaknya belajar atau
istirahat.
Kita mungkin masih ingat tragedi Kartini, tenaga kerja Indonesia yang hamil di luar nikah di Arab Saudi. Malang sekali nasibnya, dia menjual tenaga ke luar negeri, bukan Real yang di dapat tapi hukuman mati yang harus ia hadapi. Tidak saja siksaan fisik yang dialami perempuan yang tereksploitasi fisiknya tapi juga harga diri dan kehormatan sering mereka pertaruhkan untuk sekedar dapat menyambung hidup, benar-benar tidak adil!
Kita mungkin masih ingat tragedi Kartini, tenaga kerja Indonesia yang hamil di luar nikah di Arab Saudi. Malang sekali nasibnya, dia menjual tenaga ke luar negeri, bukan Real yang di dapat tapi hukuman mati yang harus ia hadapi. Tidak saja siksaan fisik yang dialami perempuan yang tereksploitasi fisiknya tapi juga harga diri dan kehormatan sering mereka pertaruhkan untuk sekedar dapat menyambung hidup, benar-benar tidak adil!
Perempuan-Perempuan
Berprestasi
Jika kita membalik lembaran sejarah, kita akan mendapati tauladan perempuan-perampuan terhormat dan berprestasi, serta memberikan kontribusi terhadap zaman ini. Mereka telah membuktikan perannya sebagai perempuan, sehingga mereka menjadi suri tauladan, tidak hanya pada zamanya saja tapi juga hingga akhir zaman ia tetap ditauladani.
Jika kita membalik lembaran sejarah, kita akan mendapati tauladan perempuan-perampuan terhormat dan berprestasi, serta memberikan kontribusi terhadap zaman ini. Mereka telah membuktikan perannya sebagai perempuan, sehingga mereka menjadi suri tauladan, tidak hanya pada zamanya saja tapi juga hingga akhir zaman ia tetap ditauladani.
Ummul mukminin, Khadijah binti Khuwaylid, istri pertama
Rasulullah telah membuktikan prestasinya, tidak saja di mata manusia, tapi juga
di mata Allah. Ia tidak saja sebagai istri, tapi ia adalah seorang pengusaha
perempuan yang paling suskses pada zamannya. Ia adalah perempuan terhormat, lagi
kaya raya. Ia perempuan pertama yang mengimani Rasul di saat yang lain
mengingkari, ia yang membela perjuangan Rasul disaat yang lain memusuhi.
Kesuksesan bisnisnya digunakannya untuk perjuangan dakwah
Rasurullah. Tidak terhitung berapa pengorbanan harta yang telah dikeluarkan
Khadijah untuk perjuangan Islam dan kaum muslimin. Khadijah telah membuktikan
perannya sebagai istri yang membantu perjuangan suaminya untuk mendapatkan ridho
dari Allah SWT.
Dalam bidang pendidikan perempuan yang paling antusias
menuntut ilmu adalah Aisyah, istri yang paling dicintai Rasulullah. Ingatannya
kuat, dari beliau para sahabat banyak belajar hadis dan hukum Islam lainnya. Ia
adalah seorang perempuan yang sangat pemberani dalam perang hingga Allah, Rasul
dan para sahabat memberikan kemuliaan kepada beliau.
Dalam sejarah
Indonesia
tercatat seorang pahlawan perempuan yang prestasinya terus terukhir sepanjang
zaman, ialah Cut Nyak Dien, perempuan Aceh yang mengobarkan semangat jihat
membela tanah air. Disamping memimpin perang, beliau tidak lupa mengajarkan baca
tulis Al-quran kepada masyarakat. Sebuah sikap yang sulit dicari tandingannya
pada zaman sekarang ini.
Pada abad 20 yang baru saja kita tinggalkan, kita mengenal
sosok perempuan cerdas dan memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan Islam. Ia
adalah Zainab Al-Ghazali. Perjuangannya menegakkan kalimatullah di bawah
pemimpin tirani tidak menggentarkannya meski berhadapan dengan binatang buas
dalam penjara pengap yang menjadi hari-harinya semasa dia dipenjara. Namun
perjuangannya tidak pernah surut walaupun pecutan dan tamparan menjadi
selimutnya di penjara.
Dan masih banyak lagi nama-nama indah terukir di sepanjang
masa karena prestasi yang ditorehkan dalam bidangnya masing-masing.
Pentingnya Kesadaran
Yang Tinggi
Dalam zaman yang penuh fitnah ini, dimana setiap saat perempuan mudah saja tergelincir kepada jurang kemaksiatan-jika tidak dieksploitasi, mereka yang justru mengeksploitasi dirinya- maka perlu kesadaran yang tinggi bagi perempuan agar terhindar dari segala bahaya.
Dalam zaman yang penuh fitnah ini, dimana setiap saat perempuan mudah saja tergelincir kepada jurang kemaksiatan-jika tidak dieksploitasi, mereka yang justru mengeksploitasi dirinya- maka perlu kesadaran yang tinggi bagi perempuan agar terhindar dari segala bahaya.
Kesadaran yang tinggi akan mengantarkan kita kepada kepahaman
akan iman dan hakikat Islam. Sebagai konsekwensinya kita akan berbuat untuk
mencapai prestasi dan ridha Allah, kita akan memperbaiki diri dan tingkah laku
kita sesuai dengan tuntutan dan syariat Allah, kita akan mendidik jiwa dan
perasaan kita agar jangan sampai terpengaruh oleh rayuan dan kemilau dunia yang
menyesakkan.
Kesadaran yang tinggi itu disertai dengan pemahaman kita
terhadap hakekat dan kodrat kita sebagai perempuan. Kesadaran yang tinggi
merupakan keistimewaan yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan iman dan
kemantapan aqidah sejalan dengan kesadaran hati seseorang akan adanya kiamat dan
hari penghisab-an yang akan menunggu setiap saat.
Kesadaran yang tinggi itu akan mampu memberikan sebuah
benteng bagi keselamatan diri, aqidah dan jasad. Dan kesadaran itu akan
terefleksi dalam akhlak, pergaulan dan keistiqomahan dalam menghindari
lingkungan yang tidak baik, serta senantiasa menjadi penebar kebaikan dan mampu
menanggulangi berbagai penyakit yang muncul dalam masyarakat.
Perhiasan
Dunia
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan sholehah. Ia adalah harapan agama, yang diharapkan dapat melahirkan generasi rabbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal, dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang, ia menyegarkan pandangan di kala mata suram.
Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya menampakkan kemuliaan dirinya. Bagaikan sekumtum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya. Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah.
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan sholehah. Ia adalah harapan agama, yang diharapkan dapat melahirkan generasi rabbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal, dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang, ia menyegarkan pandangan di kala mata suram.
Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya menampakkan kemuliaan dirinya. Bagaikan sekumtum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya. Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah.
Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dan
senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya.
Dalam kehidupan sehari-hari ia senantiasa diselimuti
prestasi. Ia senantiasa bekerja keras untuk meraihnya. Dia tahu mana kegiatan
yang di sukai Rabb-nya, untuk itu ia tidak pernah putus asa. Ia senantiasa
menjaga kesucian dirinya. Tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatannya,
apa lagi hanya sekedar menggodanya. (Yesi Elsandra)
Sumber: Kebebasan wanita (Abdullah Halim Abu Syuqqah), Juru
dakwah muslimah (M. Hasan Buraighisy)
0 komentar:
Posting Komentar